Arti Blacklist di Bank yang Perlu Anda Pahami Serta Cek Solusinya!

arti blacklist di bank

Apa arti blacklist di bank? Black list di bank adalah sebuah momok yang sangat menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Anda harus mencermati blacklist di bank, supaya anda tidak melakukan kesalahan fatal.

Sebenarnya, bagaimana arti blacklist di bank? Untuk memahami maksud blacklist disini, mari kita berikan contoh. Bank biasanya akan melakukan blacklist terhadap orang-orang yang mengabaikan cicilan atau angsuran kreditnya yang seharusnya dilunasi dan dibayarkan, namun justru meninggalkannya.

Selain itu, bagi orang yang terlalu mengabaikan hutangnya serta membiarkan barang yang dijadikan jaminan diambil oleh pihak bank. Bagi orang dengan utang cicilan yang belum lunas, justru mengambil pinjaman lainnya ke bank lain juga sangat rentan mengalami blacklist dari pihak bank.

Sebagai konsekuensinya, saat mereka mengajukan pinjaman kembali, maka mereka tidak akan diterima sampai mereka melunasi seluruh utangnya ke pihak bank.

Apa Arti Blacklist di Bank?

Menurut kamus istilah perbankan, arti blacklist di bank yaitu daftar nama debitur atau nasabah perorangan maupun badan usaha, hingga badan hukum yang mendapatkan sanksi dari pihak bank akibat tindakan yang dapat merugikan bank maupun masyarakat.

Sementara itu, menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) contoh blacklist adalah bagi perusahaan atau individu yang sudah menarik dana berbentuk cek kosong. Hal tersebut tentu saja benar, sebab Bank Indonesia bisa melakukan blacklist untuk nasabah atau debitur yang akan melakukan penarikan dalam bentuk cek kosong.

Baca Juga : Gadai BPKB Motor 1 Jam Cair

Biasanya nama mereka direkam ke dalam Daftar Hitam Nasional atau DHN. Jadi, apabila nama anda sudah tercantum dalam daftar tersebut, anda bisa dikenakan sanksi berupa penutupan rekening hingga dituntut dengan tindakan pidana.

Arti blacklist di bank yang dikenal dalam lingkungan masyarakat sendiri sebenarnya lebih kepada data milik para debitur bermasalah yang sudah terekam dalam SID (Sistem Informasi Debitur) Bank Indonesia.

SID itu sendiri adalah sebuah sistem yang dapat mengumpulkan berbagai macam informasi mengenai fasilitas pinjaman yang umumnya dilaporkan dengan cara rutin dari berbagai lembaga finansial.

Contoh Kasus Blacklist di Bank

Salah satu lembaga keuangan resmi yang termasuk anggota SID yaitu bank Umum. Dalam hal ini, bank umum melaporkan ke bank Indonesia sebagai pusat regulator moneter sekaligus sistem pembayaran di negara Indonesia.

Sistem informasi tersebut sangat terpadu, jadi antara bank satu dengan bank lainnya bisa langsung mengetahui profil dan informasi calon debitur yang akan mengajukan pinjaman, apakah ia menunggak cicilan di bank yang lain ataukah tidak.

Contohnya, jika mengajukan pinjaman ke sebuah bank, anda tentu akan dievaluasi terlebih dahulu oleh bank tempat anda meminjam. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengecek kelayakan anda sebagai debitur, apakah layak mendapatkan pinjaman ataukah tidak, apakah anda memiliki kemampuan membayar cicilan ataukah tidak.

Untuk menilai sekaligus mengevaluasi profil peminjam, biasanya bank akan memakai SID dalam melakukan pengecekan data. Jika anda mempunyai riwayat pembayaran pinjaman yang baik, anda akan layak memperoleh pinjaman dari bank tersebut. Akan tetapi, jika ternyata riwayat kredit sangat buruk, sudah jelas nasabah seperti anda akan langsung ditolak bank.

Peminjam yang mempunyai riwayat kredit sangat buruk itulah yang dikenal lewat istilah blacklist. Seluruh data yang didapatkan biasanya bersumber dari berbagai lembaga pembiayaan yang telah menjadi anggota dari SID yang ada di indonesia. Sementara itu, pengelolaan SID dilakukan langsung oleh pihak Biro Informasi Kredit yang ada di bank Indonesia.

Bagaimana, dari sini sudah paham arti blacklist di bank?

Skor Kredit Individual

Skor kredit perorangan atau individual dari para nasabah perbankan, biasanya diklasifikasikan ke dalam 5 kategori, diantaranya :

  • Lancar

Kategori lancar akan diberikan kepada nasabah atau debitur yang rutin membayar cicilan bulanan kepada perbankan dengan lancar.

  • Dalam Perhatian Khusus

Untuk kategori ini, biasanya beberapa pihak bank akan mewaspadai nasabah dengan kredit kategori perhatian khusus. Dalam hal ini, termasuk ke dalam kolektibilitas kedua.

  • Kurang Lancar

Untuk kategori kurang lancar, adalah sebuah peringatan keras terhadap nasabah. Sebaiknya anda segera membayar hutang atau melunasinya. Bisa juga melakukan penjadwalan kembali untuk pembayarannya. Jika sudah melunasi seluruh pembayaran pinjaman, anda bisa termasuk ke dalam debitur dengan kategori lancar.

  • Diragukan

Jika skor kredit anda diragukan, ini artinya debitur telah menunggak cicilan selama 121-180 hari.

  • Macet

Kategori macet biasanya akan diberikan untuk nasabah yang tidak melakukan pembayaran hutang selama 270 hari lebih.

Nasabah sebaiknya mewaspadai skor kredit dari skor 3-5. Karena sudah jelas pihak bank akan menolak pengajuan kredit jika skor kredit anda mulai dari 3-5.

Trik Agar Skor Kredit Bagus

Jika anda mempunyai riwaat kredit yang bagus, sebaiknya lunasi utang tepat waktu. Agar dapat membantu anda melakukan pelunasan, lakukan beberapa trik di bawah :

  • Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Dalam berhutang, sebaiknya perhitungkan kemampuan finansial anda terlebih dahulu untuk membayar cicilan per bulannya kepada bank. Alangkah baiknya, angsuran tersebut tidak lebih dari 30% dari total penghasilan anda per bulan.

  • Kurangi Sifat Konsumtif

Salah satu alasan kenapa banyak orang terlilit utang atau memiliki utang yang menumpuk adalah terlalu konsumtif. Jika anda terlalu konsumtif menggunakan uang, apalagi jika uang tersebut dari hasil meminjam, maka selamanya anda akan sulit terhindar dari jeratan utang yang tidak ada habisnya.

Apalagi jika anda memiliki kartu kredit, sebaiknya gunakan kartu kredit secara bijak dan cermat. Jangan sampai penggunaan kartu kredit justru melebihi penghasilan per bulan. Jika menunggak 1-2 kali, maka anda pasti akan terkena blacklist.

  • Beritahukan Kesulitan Anda

Apabila anda mengalami masalah tidak terduga saat melakukan pelunasan utang. Misalnya mengalami musibah, sebaiknya segera komunikasikan ke pihak bank. Silahkan diskusikan tentang pembayaran bahwa anda tidak dapat melakukan pembayaran tepat waktu akibat masalah tersebut.

Biasanya bank yang akomodatif selalu memahami permasalahan setiap nasabahnya sekaligus akan mencari solusi melalui kesepakatan tertentu agar masalahnya dapat terselesaikan.

Anda harus tahu bahwa arti blacklist di bank sendiri bukan berarti Bank Indonesia menyebarkan informasi jika anda termasuk debitur bermasalah yang tidak dapat menerima kredit. Karena, bank Indonesia sebenarnya tidak mengeluarkan blacklist.

Namun yang pasti, BI hanya melakukan pencatatan history kredit nasabah yang sudah tercatat pada SID mereka. Seluruh informasi terkait riwayat kredit sendiri dikumpulkan dari lembaga-lembaga perbankan dan keuangan lainnya. Jika anda sering menunggak, tentu saja bank tidak akan mempercayai anda dan mereka tidak akan menerima pengajuan pinjaman dana.

Ketidakpercayaan tersebut yang akhirnya dinamakan sebagai istilah blacklist. Oleh sebab itu, jangan sampai anda sendiri yang mempersulit diri sendiri akibat skor kredit yang buruk. Sebaiknya, bijaklah dalam menggunakan dana pinjaman dan bijaklah ketika mengajukan pinjaman. Agar lembaga pembiayaan dan perbankan selalu mempercayai anda. Tentu saja, hal ini akan mempermudah anda untuk melakukan pinjaman kembali di masa mendatang.

Oke, itulah arti blacklist di bank dan solusi untuk mengatasinya yang perlu anda ketahui!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.